Alasan Atas Larangan Minum Sambil Berdiri

"Jangan minum sambil berdiri !"
itulah salah satu kalimat yang sering diucapkan oleh orang tua kepada anak-anaknya ketika mereka melihat anaknya minum sambil berdiri
Pada postingan kali ini, hikmah kehidupan akan membeberkan rahasia dibalik larangan Rasulullah Muhammad SAW yang melarang umatnya minum air sambil berdiri. Sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits..
Salah satu Bukti ilmiah :

» Read More...

Ciri-ciri Orang Riya'


Riyadalam kehidupan sehari-hari mungkin lebih kita kenal dengan istilah pamer
Apa yang dipamerkan ? 
Ada banyak hal yang biasanya dipamerkan oleh seorang yang riya' atau suka pamer. entah karena kekayaan hartanya, mungkin karena tingkat pendidikannya yang tinggi, nasab atau keturunan, pangkat dan jabatan dan lain sebagainya yang sifatnya lebih banyak mengarah ke kebendaan atau materiil, bahkan bisa juga amal-amal kebaikan / perbuatan baiknya..
Untuk mengetahui apakah seseorang  atau bahkan diri kita sendiri termasuk orang yang riya' sebenarnya  sangatlah gampang.
Beberapa ciri atau tanda yang bisa menjadi petunjuk "riya" tidaknya kita atau orang lain di luar kita, antara lain :
  1. Bersemangat jika dilihat. Ketika ada di hadapan orang lain ( baik sedikit atau banyak orang ), seorang yang riya' akan giat / bersemangat melakukan sesuatu kebaikan, bersemangat menceritakan tentang "dirinya" baik berupa amal-amal kebaikannya, kehebatan keturunannya, dan semua yang berkaitan dengan kebaikan / kelebihan yang ada pada dirinya. .
  2. Loyo jika sendirian. Di saat sendirian, ketika tidak ada orang lain yang berada di dekatnya, seorang yang riya' merasa malas melakukan kebaikan, merasa tidak punya semangat hidup.
  3. Berharap pujian dari manusia. Seorang periya' akan selalu berharap pujian terhadap dirinya dari orang lain dalam segala urusan. Seorang periya' akan merasa jengkel , sedih atau bahkan marah ketika kebaikan-kebaikan yang telah dia lakukan "dianggap tidak ada" oleh orang lain.
 itulah ciri-ciri orang yang riya' menurut Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Babawih. Jika salah satu atau bahkan ketiga hal tersebut ada dalam diri kita, sadarlah bahwa tidak ada sesuatu pun yang bisa kita riya' kan dari apapun yang ada dalam diri kita. Baik itu kekayaan, kecerdasan dan luasnya ilmu, pangat jabatan dan lain sebagainya. Sebab semua itu bisa terlepas / lenyap dari diri kita ketika Alloh SWT menghendakinya.

» Read More...

Mengapa Manusia Berbuat Buruk ?

Jika kita ditanya : Maukah Anda berbuat buruk atau melakukan suatu perbuatan buruk ? 
Jujur dalam hati ,  sebagian besar kita tentu akan menjawab : sekali-kali saya tidak ingin melakukannya. 
 
Apapun alasannya, bagi manusia-manusia yang masih sehat akal pikiran dan hatinya hampir pasti tidak ingin  melakukan perbuatan buruk, melakukan kesalahan,melakukan dosa.
Namun, kita mungkin sering bertanya dan mempertanyakan, mengapa ada orang yang masih suka melakukan perbuatan buruk ? masih ada ada orang yang melanggar hukum, masih saja ada orang yang melanggar aturan, masih juga ada orang yang mencuri, tetap saja ada orang yang korupsi, juga ada orang yang selalu berzina dan ada-ada saja perbuatan buruk lainnya yang dilakukan oleh beberapa manusia ?
Banyak yang berteori , berhipotesis atau hanya sekedar beropini , bahwa perbuatan-perbuatan buruk dilakukan oleh manusia karena tidak adanya kepastian hukum , tidak ada penegakan hukum, kurangnya kepedulian masyarakat terhadap pelaku-pelaku keburukan. Dan hipotesis, opini lainnya yang berusaha menjawab pertanyaan mengapa manusia berbuat buruk ?
Jika kita belajar dari firman Allah dalam Al Quran, perbuatan buruk yang dilakukan oleh manusia lebih banyak disebabkan oleh adanya " arahan " dari setan yang membisikkan ke dalam hati manusia untuk melakukan perbuatan buruk dengan mengajukan berbagai macam alasan yang " seolah-olah " baik dan benar.
Sebagaimana disebutkan dalan surah An-Naml ayat 24 , yang terjemahannya sbb :
Dan setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan buruk , sehingga menghalangi mereka ( manusia ) dari jalan Alloh, maka mereka tidak mendapatkan petunjuk "

dari ayat tersebut bisa kia ambil pelajaran antara lain :
  • ketika manusia melakukan perbuatan buruk, jiwa nya berada  dibawah pengaruh setan. dalam istilah Jawa : ' dudu karepe dhewe ", bukan keinginannya sendiri dia melakukan perbuatan buruk
  • setan menampakkan pada mata, hati, dan pikiran manusia , bahwa perbuatan yang dia lakukan itu adalah perbuatan baik. Perbuatan buruk itu adalah perbuatan yang bermanfaat..Banyak cara setan menampakkan perbuatan buruk kepada manusia sehingga tampak indah dan benar di mata manusia. Misalnya : berzina itu nikmat, bahkan dibisikkan ke dalam telinga para pelaku zina bahwa berzina itu diperbolehkan, yang tidak boleh adalah mendekati zina ( memelesetkan ayat tentang zina ). 
  • setan selalu berupaya agar manusia tidak mengikuti jalan Alloh
  • setan sangat ingin agar semua manusia tidak mendapatkan petunjuk dari Alloh.
  • Semua itu diupayakan oelh setan agar sebagian besar dari manusia menjadi teman-teman setan di neraka pada hari akhir kelak.
Dari pelajaran tersebut, kita menjadi tahu bahwa sangat penting bagi manusia untuk memohon pada Alloh agar kita terhindar / dihindarkan dari bujuk rayu setan sehingga tidak sampai melakukan perbuatan-perbuatan buruk.
Salah satu indikator perbuatan buruk adalah : Anda merasa malu ketika perbuatan yang anda lakukan itu diketahui oleh orang lain.
Indikator ini saya kira hanya berlaku bagi orang-orang yang akal-pikiran dan hatinya masih bersih masih sehat.

» Read More...